Butuh Percaya diri lebih?

Pernah dengar ungkapan “tong kosong nyaring bunyinya”?

Percaya diri melakukan hal yang orang lain pikir mustahil

Tapi bukankah pesawat terbang juga bersuara nyaring?.. hehehe memang ada unsur membela diri sih tapi setidaknya dengan berpura-pura memiliki kemampuan lebih dibanding orang kebanyakan, maka secara tidak sadar hal itu akan meningkatkan kepercayaan diri saya.

Berpura-puralah berkemampuan akan sesuatu, berpura-puralah bahagia, berpura-puralah utang-utang anda hilang walau itu sulit, berpura-puralah anda disulap David Coverfield dan menjadi ganteng ataukah cantik seketika. Dengan berpura-pura dan hanya mendengar kata-kata indah dari orang lain maka kepercayaan diri anda akan lebih meningkat.

Baca lebih lanjut

Merawat Jantung episode 2 (Jantungmu Umurmu)

Kesehatan Jantung
Pagi-pagi aku sudah panasin mesin motor, hari itu sekitar jam 6 pagi dengan hati gembira ku melayang di udara mengendarai motor bebek biru yang walaupun lebih terlihat cokelat sih, birunya sudah menyatu dengan lumpur dan debu. Iya kebetulan musim hujan dan aku lagi ketagihan malas-malasan bahkan untuk mendengar kata mencuci. Sembari asyik nge-gas nge-rem nge-gas nge-rem berkali-kali kebetulan komplek rumahku polisi yang pada tiduran di jalan itu banyak banget, banyak orang yang lari-lari kecil bawa anjing tapi sayang gak ada cewe. Disamping itu banyak juga orang tua yang berjalan menyusuri trotoar dengan matahari pagi yang semakin cerah memanasi aspal. Semakin diperhatikan kakek-nenek ini rajin benar olahraganya ya, dalam hati aku kagum melihat mereka dengan tekun walaupun punggung mulai ringkih masih menyempatkan diri dan meluangkan waktu untuk olahraga.

Sambil duduk nunggu nasi kuning yang dari tadi aku pesan, pikiran dan mataku tertuju ke orang-orang yang sibuk olahraga apalagi kakek-nenek yang entah karena semangat atau karena diperhatiin oleh anaknya dari jauh tampaknya begitu giat berjalan kesana-kemari seakan lagi nyari duit jatuh. Langsung teringat di otakku yang encer ini acara talk show yang pernah kutonton di metro tv (kebetulan mengenai penyakit jantung).
Baca lebih lanjut

Merawat Jantung Episode 1 (Penyakit Jantung dan Perawatannya)

Kesehatan Jantung

Kata ‘Anjing’ selalu membuat kedua kakiku gemetaran, entah kenapa kata itu begitu terasa menekan jiwaku, mungkin karena masa kecilku yang keseringan dikejar anjing. Pas masih TK, aku selalu yakin akan kecepatan lariku dan aku bangga akan hal itu hingga suatu ketika seekor anjing membuatku putus asa karena membuktikan bahwa aku tidak lebih cepat dibanding dia, saat itu aku pulang dengan tangis dan derita batin yang amat sangat, bukan karena dikalahkan anjing adu cepat tapi lebih karena anjingnya melompatiku dan melakukan smackdown ala the rock kepadaku. Sekarang mengingatnya malah semakin membuatku tidak mengerti apa sih yang sebenarnya anjing itu inginkan dariku. Hingga SMP aku selalu merasa segala gerak gerikku diintai oleh sekelompok anjing alien yang berkomunikasi menggunakan alat canggih dan memiliki markas disuatu tempat, ini kusadari setelah menonton film CAT vs DOG (aku rasa film ini diangkat dari kisah nyata), ah enggak lah, yg benar hingga SMP aku dan anjing tetangga gak pernah akur.

Oh hampir lupa, maaf terlanjur curhat jadi lupa dengan jantungnya, mengenai ceritaku yang di atas memang secara langsung tidak berhubungan dengan topik kita mengenai merawat jantung, tapi coba kita selidiki. Ternyata 99% jantung bayi yang baru lahir berada dalam keadaan sehat wal afiat, yang satu persen adalah cacat bawaan atau kelainan jantung yang diderita sejak masa kehamilan, itupun masih bisa disembuhkan dengan berbagai cara dari yang termudah hingga operasi tapi kali ini kita akan bahas yang 99% itu.
Baca lebih lanjut

Enam Batu Ujian Cinta

Ahh sebenarnya dalam hal ini aku tidak terlalu ahli dalam menggambarkannya, tapi bukan berarti tidak mengerti, sebodoh-bodohnya seseorang bila berbicara tentang Love, its a different thing that sometimes you cant explain (Maaf gak mau dibilang bodoh). Dan mungkin akan lebih baik bila aku dan anda sedikit belajar mengenai LOVE berikut ini:

Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna? Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan?

Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama.
Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan tangan. Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin membagi ini bersama sahabatku? Jika kalian merencanakan sesuatu, adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain? Sebagaimana Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan, “Mereka yang ingin bahagia sendiri,janganlah kawin. Karena yang penting dalam perkawinan ialah membuat pihak yang lain bahagia. – mereka yang ingin dimengerti pihak yang lain, janganlah kawin. Karena yang penting di sini ialah mengerti pasangannya.” Maka batu ujian yang pertama ialah:

“Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu? Apakah aku ingin menjadi bahagia atau membuat pihak yang lain bahagia?”
Baca lebih lanjut

Bagaimana Mengembangkan Kekuatan Kepercayaan

Ada tiga pedoman untuk mendapatkan dan mengokohkan kekuatan kepercayaan:

1. Berpikir Sukses, jangan berpikir gagal. Di tempat kerja, dan di rumah, gantilah berpikir gagal dengan berpikir sukses. Sewaktu menghadapi situasi yang sulit, berpikirlah, “Saya akan menang,” bukan “Saya akan kalah.” Ketika anda bersaing dengan orang lain berpikirlah, “Saya sama dengan yang terbaik,” bukan “Saya tidak masuk hitungan.” Jika peluang muncul, berpikirlah “Saya dapat melakukannya,” jangan pernah berpikir “Saya tidak dapat.”

Biarkan pikiran utama “Saya-akan-berhasil,” mendominasi proses berpikir anda. Berpikir sukses mengkondisikan pikiran anda untuk rencana yang menghasilkan keberhasilan. Berpikir gagal akan mengerjakan yang persis berlawanan. Berpikir gagal akan mengkondisikan pikiran memikirkan pikiran-pikira yang menghasilkan kegagalan.
Baca lebih lanjut